Free CV & Photo Review Winner: Iwal Putra

Nama saya Iwal Putra, 8 Des 2019, kemaren saya ikut reqruitment Qatar Airways….awalnya saya sangat kecewa, dan akhirnya mengerti kenapa saya gagal…ceritanya begini, mbak

 Ini pertama kalinya saya ikut reqruitment, saya datang jam 8 pagi, udah ngantri isi absensi…dan masuk ke ruangan, dimana disana sgt tidak disiplin para calon cabin crew, berlomba² utk dapat interview duluan, bahkan ada kenalan saya dtg udah siang malah dpt interview lbh awal.. smntra bbrp org dr kmi udah dtg dr awal, karna memang dasarnya saya tdk suka main cerobot antrian….

mpe jam 5 sore udah capek bgt, saya blm sempat sarapan dr pagi…saya dtg dr Padang…tinggal 8 org lagi giliran saya dtg, ada dr pihak panitia bilang ambil no antrian lagi d ruang pertama kita ngumpul, dan saya berlari ksana dan mereka udah dbagikan no antrian sementara saya dpt no antrian ke 101, yg harusnya giliran saya interview 8 org lagi…karna kurang atau memang tdk ada dr pihak panitia dr awal yg ngatur antrian…

jd percuma isi daftar hadir d awal toh ga kepake jg…siapa cepat dia dpt interview duluan…dan akhirnya hampir jam 6.30 magrib tiba jg giliran saya, dsaat kondiri saya lapar dan haus…nyampe d dlm suara recruiter sgt pelan,,, mgkin mereka jg lelah..sampe CV saya tdk di lirik sm sekali, ada cm diliat namanya aja…dan langsung bertanya ke saya, what is your current job?

Saya jawab,, I am a hotelier at 4 star hotel in west sumatera as front desk agent…

Meeting every guest is my daily activity and working in hospitality is my passion..dan pertanyaan k 2,, 

why do you choose Qatar Airways?…

Saya jawab…Qatar Airways is the best airlines in the world right now, I love travelling, so in QA I could go around the world freely, that’s my dream when I was still at Junior High school to be International steward…

Aku sdh salah sangka ke rekruiternya…sementara recruiter di sebelah saya ngasih ke semua calon cabin crew surat lolos ke tahap selanjutnya..

Saya sgt kecewa…tp setelah tonton vlog mbak marientan, saya mengerti knp CV saya tdk dilirik samasekali…itu karna

1. Cv saya 2 halaman panjang hampir semua sertifikat saya lampirkan

2.saya menyertakan alamat, jenis kelamin, status…umur, email mereka kira alay, padahal itu tgl lahir kependekan nama kecil saya

3.byk sertifikat tdk ada hubgn dg Cabin crew, dll

Sementara usia saya udah 33 th..mgkin sdh ga ada kemungkinan lagi utk meraih mimpi itu…teman² saya selalu support..penerbangan luar batas umurnya 35 th..dan saya coba jg…kamu secara fisik msh keliatan umur  27 an kata teman saya…saya berusaha meyakinkan diri saya utk ikut….Makasih mbak…

# # #

Hai Iwal, 

Terima kasih sudah mengirimkan cerita dan dokumen untuk direview. Kalau dilihat dari dokumenmu (foto dan CV) saya bisa bilang bahwa kamu berpotensi besar untuk menjadi cabin crew.

Pengalaman di dunia perhotelan selama 10 tahun, bisa berbahasa Jepang, serta berpenampilan menarik menjadi daya tarikmu tersendiri. Sayangnya CV-mu tidak menarik, sehingga rekruter juga tidak bisa melihat potensimu. 

Di attachment bisa kamu lihat hasil modifikasi CV yang sudah saya ubah ya, kamu tinggal print saja CV ini pada saat akan mengikuti rekrutmen cabin crew di waktu mendatang. 

CV Review

Coba dibandingkan antara CV yang lama dengan CV yang baru. Bagaimana menurutmu? Semoga suka ya 🙂

Di sini saya membuat CV-mu sesimpel mungkin tanpa banyak layout karena banyaknya pengalaman kerja dan juga ingin menonjolkan skills yang kamu miliki. Background berwarna putih memang paling baik untuk CV karena terlihat bersih dan terkesan profesional. 

Ada beberapa hal yang tercantum di CV lama yang tidak saya masukkan kembali ke CV baru karena bertele-tele dan kurang relevan. Ingat, rekruter punya waktu antara 10 hingga 30 detik saja untuk scanning CV kamu. Karenanya, kamu harus bisa menarik perhatian mereka dengan memasukkan keywords yang penting dan mereka cari. 

Itu juga yang menjadi alasan saya memasukkan kolom profile dan menempatkan kolom skills di bagian atas agar langsung terlihat oleh mata rekruter. Karena dua hal inilah yang paling penting dan biasanya mereka highlight dengan stabilo pada saat menilai CV-mu.

Perhatikan perbedaan penampilan CV lama dan CV baru Iwal Putra berikut ini.

CV Lama Iwal Putra
CV Baru Iwal Putra

Photo Review

Foto close-up Iwal
Foto Full Body Iwal

Untuk foto close-up, kamu sepertinya lupa untuk tersenyum. Wajahmu di sini terlihat kaku dan agak serius. Coba untuk berfoto ulang supaya terlihat lebih ramah di mata rekruter.

Sedangkan foto full body, menurut saya postur tubuh harus tegap lurus. Usahakan untuk tidak menyamping walaupun hanya sedikit, karena rekruter perlu melihat postur secara keseluruhan. 

Pose yang agak menyamping akan membuat salah satu bahu terlihat lebih rendah dari bahu yang lain, dan sebelah kaki terlihat lebih jenjang daripada kaki yang lain.

Cobalah untuk memilih business attire yang body fit, bukan yang slim fit agar tidak terlalu ketat di badan. 

Pada saat berfoto ulang nanti, ikutilah panduan berfoto yang ditetapkan oleh Qatar Airways agar kamu tidak bolak-balik menghabiskan biaya untuk berfoto ulang. Gunakan latar belakang biru polos, berdiri tegap dengan posisi tangan dan kaki lurus namun tidak kaku. Ikuti panduan foto selengkapnya seperti berikut ini.

Panduan Foto Rekrutmen Qatar Airways

Recruitment Review

Kalau membaca ceritamu, sepertinya kamu kelelahan karena datang dari pagi dan tidak sarapan. Kamu juga mengalami mood swing karena meskipun datang pagi, kamu mendapatkan giliran sore menjelang malam. 

Saya bisa menduga kalau kamu tidak terlihat senang dengan adanya beberapa kandidat yang menyerobot antrian. Pastinya ada ratusan kandidat yang datang dari berbagai kota di Indonesia untuk mencoba peruntungannya.

Jadi bukan hanya kamu seorang yang datang dari jauh. Bahkan sepuluh tahun yang lalu, pada saat rekrutmen maskapai internasional masih jarang di Indonesia, tidak sedikit kandidat dari luar negeri yang datang ke Jakarta.

Saya masih ingat dulu bertemu dengan kandidat dari berbagai negara seperti Korea Selatan, Italia, Perancis, Belanda, Jepang, Maroko, bahkan Mesir. Menurutmu apakah mereka datang ke Jakarta punya banyak waktu? Bisa jadi mereka harus datang ke rekrutmen tidak lama setelah mereka baru saja landing di Indonesia.

Tidak ada proses rekrutmen yang berjalan seratus persen sempurna dan setiap orang pasti pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan. Tapi itulah resiko yang harus dihadapi kalau mau jadi cabin crew. Anggap saja sebagai latihan mental. 

Nantinya kalau kamu sudah bergabung kerja di maskapai, kamu akan merasakan sendiri betapa ‘nikmatnya’ standby duty, di mana kamu tidak punya skejul yang pasti, dipanggil oleh crew planner di menit-menit terakhir, tanpa tahu akan terbang ke mana. Dan kamu harus siap siaga, kapanpun mereka minta kamu untuk ready for duty.

Tidak peduli kamu sudah sarapan atau belum, sudah tidur atau belum, atau lagi mood atau tidak. This is one of the challenges of being a cabin crew.

Saran saya, apapun yang terjadi selama proses rekrutmen, jangan sampai itu merusak mood kamu. Karena rekruter bisa menangkap sekecil apapun perubahan emosi atau sikapmu. Mereka akan melihat dan merasakan kebetean kamu, ketidaksenangan kamu karena merasa diserobot antriannya, rasa lapar yang melanda, sampai perasaan ingin cepat pulang karena merasa sudah tidak konsen lagi dan ingin segera beristirahat.

And believe me, they don’t need to see your CV. If they pick this up from your appearance when dropping the CV, they won’t even bother to read it. Because they don’t like the attitude.

Padahal daripada bete, lebih baik kamu tanya ke mereka bagaimana hari mereka. If it was a long day for you, it must have been a longer day for them. Kalau kamu lapar, mereka pun juga lapar. Kamu capek, mereka lebih lagi. But business is business, they have to do the recruitment and finish everything before a new day begins.

Seandainya kamu menunjukkan simpati pada mereka dan menanyakan bagaimana perasaan mereka, saya yakin mereka pasti akan tersentuh dan seratus persen saya yakin kamu akan lolos ke tahap berikutnya. Asalkan gesture kamu saat menanyakan kabar mereka itu jujur dan tidak dibuat-buat.

Berbicara tentang pertanyaan yang mereka lontarkan padamu,

  1. What is your current job?
  2. Why do you choose Qatar Airways?

kedua pertanyaan ini sifatnya generik dan biasanya ditanyakan oleh rekruter kalau mereka kurang tertarik pada kandidat. 

Yes, sad but true.

Berdasarkan pengalaman saya dan dari hasil observasi rekrutmen selama ini, rekruter yang tertarik pada seorang kandidat biasanya akan bertanya dengan angle yang berbeda. Atau bahkan menanyakan hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan rekrutmen.

Instead of asking what is your current job, they will ask you to tell them about yourself. 

Instead of asking why do you choose their airlines, they will ask you why should they hire you.

If they are super interested in you, they might even ask you what is your hobby. What was the last book that you read? What is your favorite food or movie or travel destination?

The questions will be about YOU, because they are interested in you. 

So when you get questions about THE COMPANY, that means the recruiters are not that interested in you. They are most likely just being polite. 

Tapi ketika mendapatkan pertanyaan tentang maskapai, bukan berarti kita tidak punya kesempatan sama sekali untuk lolos ke tahapan berikutnya. Selalu ada jalan untuk membalikkan keadaan dan membuat mereka menyukai kita.

Caranya adalah dengan mengenali maksud pertanyaannya dan menjawabnya dengan tepat sasaran.

Di sini saya hanya akan membahas pertanyaan nomor 2 dan membedah jawabanmu, serta membahas bagaimana cara menjawabnya.

Rekruter: “Why do you choose Qatar Airways?”

Kamu: “Qatar Airways is the best airlines in the world right now, I love travelling, so in Qatar Airways I could go around the world freely. That’s my dream when I was still at Junior High school to be International steward…”

Ketika rekruter bertanya kenapa kamu memilih airlines mereka, yang ingin mereka dengar bukanlah keinginan kamu keliling dunia dengan salah satu maskapai terbaik di dunia. 

Dan jangan pernah bawa impian masa remaja untuk menjadi cabin crew, karena jutaan orang memimpikan hal yang sama.

Apakah ini berarti rekruter harus menerima setiap orang yang memiliki impian yang sama denganmu juga? Ingat, mereka bukan sinterklas atau bidadari yang bisa mengabulkan impian kamu. 

They are there looking for cabin crew. A colleague that they can fly with one day. The kind of person they would like to see onboard, even working with them in one zone.

Or if they put themselves in the shoes of a passenger, they would ask a question to themselves,

“Would I want to be served by this cabin crew on a long flight?”

Jadi ketika kamu menjawab ingin jadi pramugara karena itu adalah cita-citamu sejak remaja dan karena kamu ingin keliling dunia, itu tidak berkesan buat mereka. Itu jawaban yang sudah basi dan mereka bosan mendengarnya karena sudah jutaan kandidat dari berbagai belahan dunia mengatakan hal yang sama.

Coba pikirkan dengan baik apa keunggulanmu dalam pekerjaanmu saat ini. Apakah kamu pekerja keras? Apakah kamu bisa bekerja dengan baik dalam tim? Apakah kamu selalu berorientasi pada hasil atau kamu juga menghargai proses dalam menjalani pekerjaan itu sendiri?

Apakah peningkatan karir adalah alasan kamu untuk bergabung di Qatar Airways? Adakah hal-hal signifikan dalam hidupmu yang akan berubah bila bergabung dengan maskapai tersebut? Dan apakah kultur bekerja di sana cocok dengan kepribadianmu dan etos kerjamu? Apa harapan yang ingin kamu raih selama 5 tahun ke depan kalau kamu seandainya terpilih bergabung dengan maskapai tersebut.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan jujur dan cobalah buat rangkumannya dalam Bahasa Inggris. Dari rangkuman tersebut, ambil intinya saja (essence of the reasons) dan jadikan ini jawaban untuk pertanyaan tersebut. Jawaban ini akan jauh lebih menarik dan mengesankan bagi rekruter dibanding dengan jawabanmu sebelumnya.

Yang harus diingat dalam menjawab pertanyaan “why do you choose this airlines?” bukanlah tentang maskapai itu saja atau tentang dirimu saja. Tapi cobalah untuk mengombinasikan keduanya dan membuat jawaban yang personal dan profesional.

Pastinya pengalaman dan latar belakang setiap orang berbeda, sehingga meskipun pertanyaannya sama, tiap orang akan memiliki jawaban yang tidak sama.

Demikian CV & Photo Review serta review rekrutmen yang bisa saya berikan. Semoga ulasan ini membantumu untuk berpikir dan menganalisa kelebihanmu serta membuatmu lebih percaya diri lagi di rekrutmen cabin crew mendatang.

Thank you for participating in this review. Wishing you all the best 🙂

Regards,

Marintan Ompusunggu

Marintan adalah pramugari yang bekerja di salah satu maskapai di Timur Tengah. Pengalaman dan observasi rekrutmen cabin crew yang dilakukan sejak tahun 2010 membuatnya mampu melihat dari sudut pandang rekruter. Di saat tidak bertugas, dia menulis artikel dan memberikan tips dan konsultasi seputar rekrutmen.

Ikuti tips rekrutmen selengkapnya dengan mengklik gambar berikut ini.

Use Facebook to Comment

comments

,

Leave a Reply

%d bloggers like this: