Be Specific to Achieve your Dreams!

My Specific Dreams

Beberapa waktu lalu saya menerima sebuah pesan di Facebook messenger dari salah satu pembaca Forum Pramugari. Sang pengirim pesan adalah seorang pria muda yang bekerja di bidang customer service dan bertanya bagaimana caranya agar dia bisa diterima bekerja sebagai seorang pramugara.

“Kamu maunya masuk maskapai apa?” demikian pertanyaan pertama saya.

“Jujur, mba, saya nggak pilih-pilih kok. Saya mau masuk maskapai mana aja, yang penting saya jadi pramugara. Itu cita-cita saya dari kecil.”

Membaca responsnya tersebut saya langsung sadar mengapa dia selalu gagal dalam rekrutmen cabin crew yang diikutinya. Kenapa dia selalu gagal? Karena dia sendiri tidak tahu apa yang dia mau. Dia hanya sekedar ingin jadi pramugara, tanpa tahu maskapai mana yang ingin ditujunya. Kalau kita tidak punya tujuan spesifik atau tidak tahu mau masuk maskapai mana, bagaimana mungkin kita bisa memiliki strategi dalam mengikuti rekrutmen cabin crew? Di tengah semakin ketatnya persaingan, kandidat dengan mindset “masuk-maskapai-apapun” hanya akan menemukan dirinya tersesat dan melakukan kesalahan yang sama berulang kali.

To tell you the truth, you cannot treat every airline the same way. It just doesn’t make sense and it won’t work in your favor.

Lho kok begitu?

Sekarang coba pikirkan baik-baik. Apakah semua airlines memiliki imej dan visi misi yang sama? Apakah Singapore Airlines memakaikan seragam yang sama kepada pramugarinya dengan seragam yang dipakai oleh Air Asia? Tidak bukan. Dari seragam saja sudah berbeda, belum lagi imej yang dipublikasikan oleh setiap maskapai, belum lagi visi dan misi ke depan, profil penumpang dan profil maskapai sebagai sebuah perusahaan swasta atau flag carrier (maskapai resmi suatu negara). Tentunya dari segudang perbedaan yang ada, tiap maskapai pun memiliki kriteria yang berbeda pula untuk merekrut cabin crewnya. Meski sudah jelas ada perbedaan seperti ini, ajaibnya masih banyak kandidat melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Hanya saja, mereka muncul di rekrutmen maskapai yang berbeda.

Biasanya kandidat dengan mindset seperti ini bisa dikenali dari penampilannya pada saat mengikuti rekrutmen. Dan percaya deh rekruter akan bisa mengenali kandidat yang seperti ini. Contoh paling jelas terlihat dari penampilan kandidat pada saat walk in interview atau open day. Saya pernah melihat kandidat wanita dengan sanggul rambut sangat formal menghadiri rekrutmen AirAsia. Make-up yang dikenakan sangat tipis dan tidak menonjolkan fitur wajahnya, serta penampilan secara keseluruhan terkesan kaku dan kurang enerjik. Bagaimana nasib kandidat tersebut? Dia pulang dengan tangan kosong, sebab AirAsia mencari kandidat yang enerjik dan ceria, sesuatu yang sayangnya tidak tercermin dalam penampilan gadis muda itu.

Mengenali imej maskapai yang akan dilamar adalah langkah awal sebelum memutuskan untuk mengikuti rekrutmen. Mengenali apakah penampilan dan pembawaan diri kita sudah sesuai dengan apa yang dicari oleh maskapai adalah tugas lain yang cukup menantang.

Terkadang jujur pada diri sendiri itu sulit dilakukan. Apalagi kalau kita menganggap diri kita sudah cukup berkualitas dan memenuhi syarat untuk menjadi seorang cabin crew. Sementara tingkat persaingan semakin ketat dan jumlah kandidat yang menghadiri rekrutmen semakin tahun semakin membludak. Memenuhi syarat saja tidak cukup. Kita harus memiliki nilai plus yang tidak dimiliki atau setidaknya jarang ditemui di dalam diri para kandidat yang mengikuti rekrutmen.

Kenali dirimu sendiri terlebih dulu, baru kamu bisa mengidentifikasi maskapai mana yang cocok sebagai tempatmu bekerja. Ini lebih mudah dilakukan daripada mengubah dirimu mati-matian untuk bisa masuk ke suatu maskapai tertentu. Karena mengubah diri sendiri sangat sulit dilakukan apalagi ketika kita sudah berusia 25 tahun ke atas. Dan percaya atau tidak, rekruter bisa mengenali mana kandidat yang jujur menjadi diri sendiri atau berpura-pura menjadi orang lain.

Ambil sebuah kertas dan tuliskan apa saja hal-hal yang kamu ketahui tentang dirimu. Tuliskan apa yang kamu pikirkan mengenai hal-hal berikut ini:

A. Siapakah saya?
– Nama
– Usia
– Latar belakang pendidikan
– Pengalaman kerja (kalau ada)
– Keterampilan atau keistimewaan yang saya miliki

B. Pandangan saya tentang:
– Tinggal dan bekerja di luar negeri
– Bekerja pada maskapai internasional
– Profesi cabin crew
– Interaksi dengan orang-orang dari beragam bangsa dan bahasa

C. Maskapai impian saya
– Maskapai …. (isi minimal 1, maksimal 3 nama maskapai)
– Alasan saya ingin bergabung dengan maskapai tersebut
– Seragam maskapai favorit saya
– Yang saya ketahui tentang maskapai tersebut
– Yang sudah saya lakukan untuk bergabung dengan maskapai tersebut
– Yang akan saya lakukan bila saya terpilih menjadi crew maskapai tersebut

Isilah ketiga bab pengenalan diri dan pengenalan maskapai tersebut, lalu kirimkan dengan subjek “MY SPECIFIC DREAMS” ke email forumpramugari@gmail.com. Saya akan memilih 3 email yang paling spesifik untuk dibahas secara langsung. Ayo, kenali dirimu lebih lanjut dan kenali apa maumu supaya kamu bisa lebih cepat menggapai impianmu!

“If you can’t get your head around your dream it means your dream isn’t big enough.” ~ Victoria Beckham

Use Facebook to Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *