Those who shine often stand alone

those who shine

Pernah tidak merasa kalau orang-orang di sekitarmu tidak sepenuhnya mendukung impianmu? Tidak sedikit dari pembaca Forum Pramugari yang curhat via email ataupun pesan personal di akun media sosial dan berkeluh kesah tentang kurang suportifnya keluarga maupun sahabat saat mereka mengatakan ingin menjadi pramugari atau pramugara?

“Hah, muka kayak lo mau jadi pramugari? Mimpi kali ye, ha ha ha.”

“Udahlah, lupain aja impian lo itu. Kan udah berkali-kali nyoba, tapi buktinya gagal terus. Berarti emang bukan rejeki lo jadi cabin crew.”

Mungkin komentar-komentar tersebut terdengar familiar bagi kalian yang tidak mendapat dukungan untuk menjadi awak kabin. Terkadang orang-orang terdekat kita memang tidak menyadari bahwa kata-kata mereka, walau disampaikan dengan nada bercanda, terdengar menyakitkan dan menyinggung perasaan kita. Mereka tidak mengerti betapa besar keinginan kita untuk bekerja di industri penerbangan, melihat dunia dan mewujudkan impian.

Buat yang sekarang sedang merasa seperti itu, tenang saja. Kalian tidak sendirian.

I was once in your shoes.

Dan saya mengerti bagaimana rasanya. Selama tiga tahun (periode 2010 – 2013) saya mengalami segudang penolakan dari berbagai maskapai, baik maskapai domestik maupun internasional. Penolakan-penolakan itu terasa semakin berat ketika beberapa orang terdekat seperti sahabat dan salah satu anggota keluarga saya menggarisbawahi bahwa cita-cita saya menjadi pramugari bukan jalan hidup yang sesuai untuk saya.

Mereka bilang, saya seharusnya menjadi orang yang realistis dalam memilih karir. Ketika itu saya sudah menjalani profesi sebagai jurnalis selama tiga tahun, dan kata sebagian besar dari mereka, karir saya akan jauh melesat bila saya memilih untuk menekuninya. Mungkin saja saya akan menjadi editor atau pemimpin redaksi di sebuah perusahaan media besar. Apalagi dengan latar belakang pendidikan Sastra Inggris serta pengalaman bekerja dan relasi dengan rekan-rekan sesama media, pasti akan lebih mudah bagi karir saya untuk menanjak.

Tapi… apa saya akan merasa bahagia? Bisakah saya mengabaikan suara pesawat terbang menderu di langit? Dan bagaimana dengan ratusan billboard iklan maskapai-maskapai besar yang selalu saya lihat dalam perjalanan menuju ke kantor? Mereka semua selalu mengingatkan saya akan impian saya yang belum tercapai. Senyum para pramugari di iklan tersebut seperti mengejek saya dan berkata, “What are you still doing there? Join us and fly to places where adventures await…”

Bosan dengan kegagalan demi kegagalan dan minimnya dukungan dari orang-orang terdekat pada saat itu membuat saya memutuskan untuk mengambil waktu setahun penuh untuk vakum. Saya berkonsentrasi pada pekerjaan, absen dari puluhan rekrutmen yang diadakan pada tahun 2012 dan banyak membaca buku tentang komunikasi, bahasa tubuh, dan psikologi populer. Hal ini cukup membantu saya untuk tidak merasa sedih dan terpuruk.

Satu demi satu teman-teman baik dari lingkungan pergaulan maupun para pembaca Forum Pramugari mulai diterima di beragam maskapai sebagai pramugari atau pramugara. Sementara saya masih berkutat di balik meja kerja, tumpukan deadline artikel yang harus saya tulis, dan rutinitas hidup yang membuat saya nyaris lupa waktu bersosialisasi dengan teman-teman.

Waktu vakum setahun pun akhirnya berlalu. Dengan pikiran yang segar dan mental yang lebih kuat, saya mulai mempersiapkan diri. Saya menerima dengan lapang dada kenyataan yang selama ini selalu saya sangkal. Bahwa tidak semua orang akan mendukung kita untuk meraih impian. Tidak apa-apa. Those who shine often stand alone.

Saya tidak lagi merasa sedih karena tidak semua orang digariskan untuk bermimpi besar dan mewujudkannya. Jadi wajar saja kalau mereka tidak mendukung, sebab mereka tidak mengerti apa yang kita inginkan dan mengapa kita menginginkannya.

God gives each and every one the passion to achieve something. And everyone has a different passion that only that person will understand why.

Tetaplah berjuang untuk mencapai impianmu, selagi kamu masih muda dan idealisme yang kamu punya masih menyala. Berusahalah untuk memberi pengertian kepada orang-orang terdekatmu, paling tidak keluargamu, bahwa apa yang ingin kamu raih ini bukan hanya akan membawa kebaikan bagi dirimu sendiri tapi juga bagi mereka. Dan kalau kamu harus kehilangan beberapa teman karena mereka mencemooh impianmu dan menekan rasa percaya dirimu hingga titik terendah, biarkan saja dan jangan merasa sedih. Friends come and go, but true friends remain by our side through thick and thin.

Untuk setiap penolakan yang kamu lalui, selalu ingat… Hari yang baru akan datang, rekrutmen maskapai akan kembali diadakan, dan selalu ada harapan. Dan ketika kamu merasa semuanya sulit untuk diwujudkan dan harapan mulai memudar, ingat saja… I was once in your shoes but I finally made it! If I can do it, then why can’t you? 

in sv uniform

*) Artikel motivasi ini ditulis oleh dearmarintan

Use Facebook to Comment

comments

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *