Sejarah Profesi Awak Kabin – Bagian Kedua

gty_1940_flight_attendants_lpl_130807_wblog

Pramugari American Airlines tampak tersenyum lebar saat keluar dari pintu pesawat. Dia baru saja mendarat di New York; foto ini diambil sekitar tahun 1940-an.

 

Menjadi pramugari di zaman dulu tidaklah mudah. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi sebelum diterima menjadi pramugari. Terbukti pramugari pertama di dunia, Ellen Church, merupakan seorang perawat yang cerdas dan juga memiliki lisensi untuk menerbangkan pesawat. Beberapa persyaratan tersebut di antaranya sebagai berikut.

Poster lowongan pramugari United di tahun 1950-an. Lajang dan memiliki penglihatan yang baik menjadi salah satu persyaratannya.

Poster lowongan pramugari United di tahun 1950-an. Lajang, lulusan akademi keperawatan atau sekolah tinggi lainnya, berpenglihatan sempurna tanpa kacamata, dan dengan berat dan tinggi badan yang spesifik merupakan persyaratan yang sangat sulit untuk menjadi pramugari di masa itu.

Persyaratan

• Wanita lajang berusia maksimal 25 tahun
• Berlatar pendidikan perawat
• Berat badan tidak lebih dari 52 kg
• Tinggi badan minimal 163 cm
• Pada tahun 1960-an, calon pramugari diharuskan memiliki berat ideal dan pensiun sebelum umur tertentu yang ditetapkan oleh maskapai tempatnya bekerja.

Tugas

Tugas pramugari dan pramugara pada zaman dahulu adalah menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang, menyiapkan makanan kecil di pesawat, membantu penumpang mabuk udara. Tidak jauh berbeda dengan tugas para pramugari dan pramugara di masa kini.

Namun mereka juga memiliki tugas tambahan lain, yaitu membantu mengangkat tas besar dan koper ke dalam pesawat, mengencangkan baut-baut kursi yang kendur, mengisi bahan bakar pesawat, bahkan mendorong badan pesawat hingga masuk hanggar. Pekerjaan yang cukup berat bukan? Dengan semakin berkembangnya teknologi dan juga bertambahnya sumber tenaga kerja untuk menyokong industri penerbangan, tugas-tugas tambahan yang berat tersebut tidak lagi dilakukan oleh awak kabin di masa kini.

Seragam

Mengingat berkembangnya profesi awak kabin di masa Perang Dunia I dan Perang Dunia II, maka tidak heran bila seragamnya pun bernuansa militer. Seragam pramugari di tahun 1930-1940an dilengkapi blazer dan rok lipit yang terkesan formal. Hampir semua pramugari memakai topi ala militer dan sarung tangan yang semakin menambah kesan serius.

Seragam pramugari Delta Airlines tahun 1943 - 1946. Seragam ini dipakai saat musim panas, di musim dingin seragam pramugari berwarna lebih gelap dan dilengkapi jaket untuk menghangatkan tubuh dan sarung tangan.

Seragam pramugari Delta Airlines tahun 1943 – 1946. Seragam ini dipakai saat musim panas, di musim dingin seragam pramugari berwarna lebih gelap dan dilengkapi jaket untuk menghangatkan tubuh dan sarung tangan.

Purser Delta Airlines di foto ini tampak memakai seragam dengan jas berbahan kain tebal dan topi a la Angkatan Laut. Nuansa militer memang kental pada seragam awak kabin di masa perang.

Purser Delta Airlines di foto ini tampak memakai seragam dengan jas berbahan kain tebal dan topi a la Angkatan Laut. Nuansa militer memang kental pada seragam awak kabin di masa perang.

Seragam pramugara pada masa itu pun sangat bergaya militer seperti topi ala militer, jas hitam atau putih, dasi, lencana, kancing yang terbuat dari kuningan dan celana panjang.

Sajian Menu

Badan pesawat yang kecil dan terbatasnya ruang di dalamnya, membuat sajian menu yang bisa diangkut ke dalamnya terbatas. Sajian menu di pesawat pertama kali dipopulerkan saat penerbangan London-Paris tahun 1919. Menu yang disajikan kepada para penumpang cukup sederhana, yaitu air, buah-buahan, sayuran, dan sekotak makanan sederhana.

Pramugari United Airlines sedang mempersiapkan hidangan untuk penumpang di galley. Foto ini diambil sekitar tahun 1940an.

Pramugari United Airlines sedang mempersiapkan hidangan untuk penumpang di galley. Foto ini diambil sekitar tahun 1940an.

Pada masa itu hidangan yang bisa disajikan kepada para penumpang terbatas dan tidak sebanyak masa kini variasinya. Meski demikian, penataan sajian dianggap penting dan sangat diperhatikan oleh awak kabin yang bertugas.

Pada masa itu hidangan yang bisa disajikan kepada para penumpang terbatas dan tidak sebanyak masa kini variasinya. Meski demikian, penataan sajian dianggap penting dan sangat diperhatikan oleh awak kabin yang bertugas.

Barulah pada tahun 1936 dapur pesawat atau yang lebih dikenal dengan istilah galley mulai beroperasi. Maskapai pertama yang membuat galley ialah United Airlines. Sejak ada galley, pramugari dan pramugara dapat menyajikankan sajian makanan dan minuman lebih yang lebih bervariasi dan dalam suhu hangat atau dingin.

Kehadiran para pramugari dan pramugara di zaman dahulu menjadi sejarah yang menciptakan banyak lapangan pekerjaan di bidang pelayanan jasa masakapai penerbangan di masa modern. Meski persyaratan dan tugas awak kabin kini tak serumit di zaman dahulu, tetap saja tanggung jawabnya tak bisa disepelekan apalagi dianggap remeh.

~ tamat ~

*Written by: Andriani Noviandhita

**Sources: deltamuseum.org, abcnews.go.com, avstop.com

Use Facebook to Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *