Sejarah Profesi Awak Kabin – Bagian Pertama

Inilah delapan wanita muda yang bekerja sebagai pramugari pertama di dunia. Mereka dikenal sebagai 'The Original Eight' yang dipimpin oleh Ellen Church (tengah, duduk di bawah) seorang perawat yang juga memiliki lisensi terbang sebagai pilot.

Inilah delapan wanita muda yang bekerja sebagai pramugari pertama di dunia. Mereka dikenal sebagai ‘The Original Eight’ yang dipimpin oleh Ellen Church (tengah, duduk di bawah) seorang perawat yang juga memiliki lisensi terbang sebagai pilot.

Dunia penerbangan pertama kali dimulai pada Desember 1903 saat Wright bersaudara berhasil menorehkan sejarah dengan menciptakan sekaligus menerbangkan pesawat bermesin pertama di dunia. Pada era 1920-an, dunia penerbangan mulai berkembang setelah dipelopori oleh William Boeing yang mendirikan industri penerbangan komersil di Amerika Serikat, pun Anthony Fokker seorang warga negara Belanda yang mendirikan perusahaan pesawat Fokker di tahun 1912.

Pesawat komersil pada masa itu kurang populer karena dianggap berbahaya karena terbang cukup rendah yaitu di ketinggian 6000 kaki. Maka tidak heran bila pesawat zaman dahulu yang melalui cuaca buruk, sehingga banyak orang merasa takut untuk bepergian dengan transportasi udara.

Pada era 1920-1930, kru pesawat hanya terdiri dari 2 orang, yaitu pilot dan co-pilot. Pilot bertugas untuk menerbangkan pesawat sedangkan co-pilot bertugas untuk membantu pilot juga melayani penumpang seperti menyediakan makanan dan minuman. Seiring dengan meningkatnya jarak tempuh dan bertambahnya pengguna jasa pesawat, maka diperlukan asisten untuk membantu melayani kebutuhan penumpang serta menjaga keamanan dan kenyamanan mereka selama di pesawat.

Pramugara Pertama di Dunia

Ialah Heinrich Kubis, orang pertama yang bekerja sebagai pelayan di udara pada tahun 1912 di LZ-10 Schwaben Zeppelin, sebuah transportasi udara seperti balon terbang. Pada era 1920-an dimana pesawat komersial mulai berkembang, seluruh kru pesawat merupakan laki-laki.

Heinrich Kubis (berjas hitam) tampak mengawasi pelayanan para penumpang di ruang makan pesawat Graf Zeppelin LZ-127 yang berkapasitas dua puluh penumpang.

Heinrich Kubis (berjas hitam) tampak mengawasi pelayanan para penumpang di ruang makan pesawat Graf Zeppelin LZ-127 yang berkapasitas dua puluh penumpang.

Pada tahun 1922, Daimler Airways merekrut seorang anak laki-laki 14 tahun bernama Jack Sanderson, sebagai kru untuk melayani penumpang di pesawat komersial. Ia merupakan cikal bakal berkembangnya awak kabin pria yang lebih dikenal sebagai pramugara. Di era yang sama, Amaury Sanchez seorang pria berusia 19 tahun menjadi pramugara pertama maskapai Pan American World Airways.

Pramugari Pertama di Dunia

Ellen merupakan pelopor pramugari di dunia sejak keputusannya bergabung dengan BAT / Boeing Air Transport (kini United Airlines) pada 1930. Ia merupakan seorang perawat berkebangsaan Amerika di Rumah Sakit San Fransisco.

Pada tahun 1930, wanita yang lahir pada 22 September 1904 di Cresco, Iowa, AS ini, melamar di BAT sebagai seorang pilot wanita. Sayangnya ia ditolak karena tidak memenuhi persyaratan sebagai penerbang. Namun berkat ide briliannya, ia pun diterima bekerja di BAT sebagai pramugari bersama 8 orang perawat lainnya dan dikenal sebagai “The Original Eight”.

Ellen Church, pramugari pertama di dunia yang bekerja untuk United Airlines (maskapai penerbangan milih perusahaan Boeing Air Transport).

Ellen Church, pramugari pertama di dunia yang bekerja untuk United Airlines (maskapai penerbangan milih perusahaan Boeing Air Transport).

Ellen Church (kiri, berdiri di depan pintu) bersama para pramugari lainnya yang bekerja untuk maskapai United Airlines. Di masa itu seragam pramugari beraksen militer karena situasi perang yang masih berlangsung di tahun 1930-1940an.

Ellen Church (kiri, berdiri di depan pintu) bersama para pramugari lainnya. Di masa itu seragam pramugari beraksen militer karena situasi perang yang masih berlangsung di tahun 1930-1940an.

BAT memiliki alasan merekrut wanita menjadi kru pesawat atau pramugari, yaitu penumpang merasa lebih nyaman ditangani oleh pramugari daripada pramugara. Selain itu pengetahuan dan keahlian mereka di bidang kesehatan juga sangat membantu bila ada penumpang yang sakit selama penerbangan.

Dalam waktu 3 tahun setelah perekrutan pramugari oleh BAT, berbagai maskapai mengikuti langkah perusahaan penerbangan tersebut dan mulai merekrut para wanita muda sebagai pramugari.

Namun karena masih kentalnya rasialisme di Amerika pada waktu itu, semua maskapai hanya merekrut wanita berkulit putih saja hingga tahun 1950-an. Ialah Ruth Carol Taylor wanita berkulit hitam pertama yang menjadi seorang pramugari. Ia pun sukses mendobrak tembok diskriminasi yang menghalangi wanita berkulit hitam untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang pramugari.

Pramugari berdarah campuran kulit hitam, putih, dan memiliki garis suku Cheeroke ini berhasil menjadi wanita Afro-Amerika di bidang profesi tersebut. Seperti pramugari lain di masanya, Ruth adalah seorang perawat.

Pramugari berdarah campuran kulit hitam, putih, dan memiliki garis suku Cheeroke ini berhasil menjadi wanita Afro-Amerika di bidang profesi tersebut. Seperti pramugari lain di masanya, Ruth adalah seorang perawat.

Ruth pernah mendapat penolakan ketika melamar di TWA karena tidak berkulit putih. Penolakan tersebut tidak membuatnya patah arang, ia malah melanjutkan perjuangannya dengan melamar di Mohawk Airlines, sebuah maskapai penerbangan lokal di wilayah Atlantik, Amerika Serikat yang merekrut gadis-gadis minoritas. Si hitam manis ini pun akhirnya diterima bekerja di Mohawk Airlines dan menjadi pramugari kulit hitam pertama pada 11 Februari 1958.

~ bersambung ~

*Written by: Andriani Noviandhita

**Sources: nydaily.com, avstop.com, uahf.org, workingnurse.com, suite.io, corporateflyer.net

Use Facebook to Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *