[FAQ] All about SAUDIA Flight Attendant Recruitment

SAUDIA pre-screening venue (dok. Re Ra)

SAUDIA pre-screening venue

Forum Pramugari menerima banyak sekali pertanyaan seputar rekrutmen pramugari Saudi Arabian Airlines (SAUDIA). Hal ini bisa dimengerti sebab untuk pertama kalinya setelah hampir sepuluh tahun yang lalu, salah satu maskapai dari Timur Tengah ini kembali mengadakan rekrutmen di Indonesia. Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang sering diajukan beserta jawabannya. Semoga membantu 🙂

1. Apakah rekrutmen ini benar diselenggarakan oleh SAUDIA atau hanya hoax semata?

-> Rekrutmen SAUDIA benar adanya dan diselenggarakan dalam beberapa tahap yang diawali dengan pre-screening (pra-seleksi sebelum bertemu langsung dengan SAUDIA manajemen dari Jeddah). Pre-screening diselenggarakan di Jakarta di daerah Rawajati dan diorganisir oleh screener yang merupakan cabin crew dari SAUDIA sendiri.

2. Saya sudah berpengalaman terbang di maskapai lain, tapi usia saya masih 21 tahun. Apakah saya boleh mengikuti rekrutmen ini?

-> Di bagian persyaratan sudah disebutkan dengan jelas bahwa usia minimal adalah 22 tahun dan maksimal 30 tahun pada saat melamar. Kriteria usia minimal 22 tahun dibuat untuk memastikan agar crew yang direkrut bisa bekerja di base Jeddah, Saudia Arabia. Kandidat non-experience (initital) dipersilakan untuk melamar apabila memenuhi kriteria usia yang ditetapkan.

Setiap crew yang direkrut nantinya harus membuat iqamah (sejenis KTP bagi ekspatriat) agar bisa legal bekerja dan tinggal di negara tersebut. Untuk usia maksimal ditentukan 30 tahun dengan harapan agar crew yang bergabung bisa bekerja dengan produktif dan dalam jangka waktu yang cukup lama.

3. Kalau belum ikutan tes bahasa Inggris dari British Council, apakah bisa tetap ikutan rekrutmen?

-> Tidak masalah, datang saja. Sebab tahap ke-dua setelah lolos pre-screening adalah tes IELTS (standar British Council). Bagi yang sudah pernah mengikuti tes IELTS, boleh membawa sertifikat IELTS pada saat mengikuti pre-screening agar screener mengetahuinya. Keuntungan tersendiri bagi yang sudah mengikuti tes IELTS adalah nantinya tidak perlu mengikuti tes Bahasa Inggris lagi selama skor yang didapatkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh SAUDIA, yaitu B1/B2 intermediate level.

Skor paling rendah untuk level B1 adalah 4.5. Untuk amannya, kandidat memiliki skor 5.0 atau lebih. Bagi yang penasaran dengan tes IELTS, materi apa saja yang diujikan serta tips untuk meraih nilai yang diinginkan, bisa membaca selengkapnya di sini.

4. Tahapan tesnya apa aja sih?

-> Seperti yang sudah dijelaskan di postingan sebelumnya, tahapan tesnya bisa dilihat pada foto berikut ini.

SAUDIA cabin crew recruitment stages (dok. Angela Jesh)

SAUDIA cabin crew recruitment stages (dok. Angela Jesh)

5. Kenapa sih pre-screeningnya dibagi ke dalam tiga tahap? Kok lama banget ya dari 23 Januari sampai 15 Februari 2015?

-> Pre-screening diadakan dalam rentang waktu yang cukup lama sebab SAUDIA berencana untuk merekrut banyak crew Indonesia. Sehubungan dengan sudah lamanya maskapai tersebut tidak mengadakan rekrutmen di Indonesia, maka perlu ada regenerasi cabin crew.

Tentu saja rekrutmen ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan operasional penerbangan. SAUDIA saat ini memiliki 14 penerbangan dari dan menuju Jakarta setiap pekannya. Untuk mengoperasikan penerbangan tersebut tentunya diperlukan banyak cabin crew dari Indonesia. Kuota yang dibutuhkan sekitar 200 hingga 300 cabin crew.

Bila kuota yang dicari sudah terpenuhi, maka pre-screening dapat dihentikan sewaktu-waktu. Lebih cepat menghadiri pre-screening, lebih baik. Selain itu, nantinya setiap orang yang lolos untuk ke tahap berikutnya akan diproses berdasarkan periode saat dia mengikuti pre-screening.

Itu artinya kandidat yang lolos saat pre-screening periode 1 akan didahulukan dalam mengikuti final interview, pengurusan visa, dan pemberangkatan ke Jeddah daripada kandidat yang lolos pada periode 2 dan 3. Ini juga nantinya akan berpengaruh pada senioritas batch, roster biding, dan masih banyak hal lainnya. Disarankan agar kandidat segera mengikuti pre-screening secepatnya untuk mempercepat proses rekrutmen dan keberangkatan ke Jeddah.

6. Interviewnya akan diadakan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia? Apakah wajib bisa berbahasa Arab?

-> SAUDIA merupakan maskapai internasional yang tergabung dalam aliansi penerbangan Sky Team. Karenanya penguasaan Bahasa Inggris merupakan syarat utama untuk bergabung, sebab seluruh proses training dan pekerjaan menuntut cabin crew untuk berbahasa Inggris.

Tidak perlu Bahasa Inggris yang super sempurna, sebab yang dicari adalah cabin crew, bukan tenaga pengajar Bahasa Inggris. Meski begitu penguasaan grammar dan kemampuan speaking yang sangat baik akan sangat dihargai. Kemampuan berbahasa Arab menjadi nilai plus, namun bukan syarat utama. Selama kandidat bisa berbahasa Inggris dan berbahasa Indonesia dengan lancar dan percaya diri, itu sudah cukup.

7. Dengar-dengar ada pengukuran tinggi dan berat badan ya? Saya takut tidak lolos di bagian tinggi atau berat badan. Bagaimana standar untuk SAUDIA mengenai hal ini?

-> Tinggi minimal yang ditetapkan adalah 160 cm, namun kandidat juga diukur dari kemampuan arm reach yaitu 212 cm. Untuk berat badan diharapkan ideal dan proporsional dengan tinggi badan. Untuk mengetahui lebih lanjut berat badan minimal dan maksimal silakan lihat chart BMI berikut ini.

BMI Chart (dok. Lara Grutas / IPAMS Philippines)

BMI Chart (dok. Lara Grutas / IPAMS Philippines)

8. Saya memakai kacamata. Apakah bisa ikut rekrutmen ini?

-> SAUDIA dan banyak maskapai Timur Tengah lainnya membolehkan pramugarinya memakai kacamata selama modelnya tetap terlihat profesional saat dipakai bertugas. Bagi yang memilih memakai contact lenses, harap diperhatikan agar warnanya natural (bening atau kecokelatan, menyesuaikan warna mata asli).

9. Saya berhijab, apakah benar boleh ikutan rekrutmen ini?

-> Tidak ada larangan bagi kandidat berhijab untuk mengikuti rekrutmen ini. Asalkan bisa tampil rapi dan terlihat profesional, maka hijab tidak menjadi halangan. Bagi kandidat yang tidak berhijab, harap memakai busana formal (business attire).

Boleh memakai rok di bawah lutut atau celana panjang bahan kain dan atasan kemeja atau blus kerja. Baik kandidat berhijab maupun yang tidak, diharapkan untuk memerhatikan grooming (make-up dan hair-do bagi yang tidak berhijab) agar terlihat menarik dan profesional.

10. Saya non-Muslim, apakah boleh mengikuti rekrutmen pramugari SAUDIA? Nantinya di SAUDIA, apakah saya harus memakai jilbab terus?

-> Ada sangat banyak crew non-Muslim yang bekerja di SAUDIA, itu menunjukkan agama tidak menjadi masalah selama kandidat memiliki semangat kerja dan dedikasi yang tinggi pada profesi ini. Seragam SAUDIA, sesuai dengan aturan yang berlaku di negaranya, mengharuskan pramugarinya memakai pakaian tertutup namun tetap tampak modis dan profesional. Topi dan kerudung yang menutupi rambut menjadi bagian dari seragam yang tidak bisa dipisahkan selama pramugari bertugas.

SAUDIA cabin crew in new uniform introduced in June 2014 (dok. A Fly Guy's Crew Lounge)

SAUDIA cabin crew in new uniform introduced in June 2014 (dok. A Fly Guy’s Crew Lounge)

SAUDIA cabin crew (dok. A Fly Guy's Crew Lounge)

SAUDIA cabin crew (dok. A Fly Guy’s Crew Lounge)

Dalam kehidupan sehari-hari, semua wanita baik Muslim maupun non-Muslim diharuskan memakai abaya dan menutupi rambutnya dengan kerudung. Namun di dalam lingkungan compound (tempat tinggal para pramugari SAUDIA) terdapat keleluasaan untuk tidak mengenakan kerudung dan berpakaian yang nyaman seperti layaknya di rumah sendiri.

11. Seperti apa sih tinggal di Jeddah, Saudi Arabia? Apakah benar aman untuk wanita asing tinggal di sana? Banyak dengar cerita seram soalnya.

-> Jeddah merupakan kota yang aman dan cukup nyaman untuk ditinggali. Dari banyak cabin crew yang bekerja dan tinggal di Jeddah, Saudi Arabia kebanyakan merasa bersyukur karena bisa pergi umroh di saat libur terbang. Bagi yang hobi berbelanja, Jeddah menawarkan beragam merk internasional yang sering kali harganya lebih murah daripada di Indonesia karena bebas pajak dan sering pula didiskon.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan dan menyenangkan atau tidak hidup seseorang bukan tergantung dari di mana dia tinggal, melainkan apa yang dilakukan dan dengan siapa menghabiskan waktu tersebut. Jadi, itu semua tergantung pilihan masing-masing orang, bisakah beradaptasi dan memaksimalkan hari-harinya dengan baik atau tidak.

12. Berapa gaji pramugari SAUDIA dan apa saja manfaat yang bisa didapat?

-> Untuk mengetahui hal ini lebih lanjut, sebaiknya datang saja saat pre-screening. Nantinya semua kandidat yang lolos hingga tahap akhir akan diberitahukan berapa kisaran gaji dan juga manfaat apa saja yang diperoleh untuk menjadi pramugari SAUDIA. Sebagai gambaran, gaji pramugari SAUDIA termasuk yang paling tinggi bila dibandingkan dengan beberapa maskapai lainnya di Timur Tengah. Semakin penasaran? Yuk, ikutan pre-screeningnya dan semoga sukses hingga keberangkatan ke Jeddah 😀

*Info rekrutmen SAUDIA bisa dilihat selengkapnya di sini.

**Written by dearmarintan

Use Facebook to Comment

comments

, ,
One comment on “[FAQ] All about SAUDIA Flight Attendant Recruitment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *