[Part 2] Cabin Crew’s Story: Everything Happens for a Reason

First day in uniform. Arrum dan teman-teman sekelasnya berpose saat difoto pertama kalinya dalam seragam lama Etihad.

First day in uniform. Arrum dan teman-teman sekelasnya berpose saat difoto pertama kalinya dalam seragam lama Etihad.

Aku dapat jadwal terbang ke Surabaya selama seminggu. Untungnya sih belum beli tiket, urus visa sama booking hotel saat jadwal keluar. Temen aku kasih usul untuk ketemu dengan Supervisor Base untuk minta izin ubah jadi day off atau diberikan solusi lainnya. Kebetulan salah satu Base Supervisor itu pernah jadi trainer aku waktu di Jakarta dan dia bilang jika ingin datang ke interview ke airline, ga usah malu untuk konsultasi ke dia.

Seminggu kemudian, aku ketemu dengan Base Supervisor di kantor pusat. Aku ceritain panjang lebar dan minta saran dari beliau baiknya gimana. Karena jadwal terbang sudah keluar, beliau kasih saran untuk ubah tanggal interview ke akhir bulan karena tanggal segitu aku dapat libur beberapa hari kemudian unpaid leave. Setelah itu aku email pihak Etihad Airways untuk memohon perubahan tanggal interview sambil menyatakan alasan. Alhamdulillah dari pihak Etihad Airways di approve. Aku mulai kembali melengkapi dokumen, browsing tips-tips interview, booking tiket terbang, mengurus visa untuk di UAE dan mengurus exit letter sebagai persyaratan untuk keluar dari Saudi Arabia.

Nah, exit letter ini yang bikin dag dig dug duer karena tanpa surat ini aku ga bakal bisa keluar Saudi Arabia walaupun persyaratan lainnya sudah lengkap. Saat aku minta exit letter ke office, pemerintah Saudi Arabia merubah persyaratan yang dibutuhkan sehingga pihak office masih belum bisa mengeluarkan surat tersebut. Ronald pun waktu itu juga menunggu exit letter miliknya keluar karena dia berencana untuk liburan sebelum pulang ke Indonesia. Karena urusan exit letter inilah hampir tiap hari kami berdua selalu update satu sama lain mengenai kapan keluarnya exit letter ini. 6 hari sebelum tanggal keberangkatan aku, aku terima email bahwa exit letter aku sudah bisa diambil di kantor di compound tempat aku tinggal. Akhirnya, bisa tidur dengan tenang (walaupun masih dag dig duer mau interview)

Berangkat ke Abu Dhabi

Sore hari di tanggal 19 November, aku berangkat dari Jeddah. Sepanjang perjalanan aku baca catatan soal tips interview, latihan memperkenalkan diri dan latihan menjawab pertanyaan yang sudah aku catat. Dari aku di pesawat sampai sebelum interview aku selalu mencoba untuk tenang dan berpikir positif terus sehingga aku bisa act natural karena pada interview – interview sebelumnya ketika aku tegang dan berusaha banget untuk terpilih tapi pada akhirnya gagal.
Keesokan harinya, aku sampai di Etihad Airways HQ satu jam sebelum assessment dimulai.

Sambil menunggu di waiting area, aku kenalan dengan kandidat yang lain. Aku ingat pesan teman aku yang di Jeddah, untuk banyak senyum dan banyak kenalan dengan kandidat yang lain. Aku rasa tips ini berlaku untuk semua jenis interview karena selain kita bisa merasa lebih santai dan menambah teman. Hari itu tidak terlalu banyak kandidat yang datang, kurang lebih hanya 25 orang. Tepat pukul 8 pagi, semua kandidat dipanggil untuk masuk menuju auditorium dimana kita disambut dengan para interviewer yang menyapa semua kandidat.

Pertama-tama mereka mempresentasikan mengenai Etihad Airways secara general kemudian dilanjutkan dengan menyerahkan form registrasi kita dan tes arm reach. Lalu tes berikutnya adalah memperkenalkan orang yang duduk di sebelah kita dan tes bahasa inggris. Saat memperkenalkan teman yang duduk di sebelah aku, kebetulan aku sudah kenalan dengan orang yang duduk disebelah aku dari sebelum masuk ke auditorium dan dia orangnya seru sehingga kita bisa sharing banyak hal dalam waktu singkat. Kita diberi waktu sekitar 10 menit di depan unuk saling mempresentasikan satu sama lain. Setelah semua maju ke depan, tes bahasa inggris pun dimulai. Selesai tes, kita mendapat short break.

Jeng-jeng, inilah eliminasi tahap pertama. Beberapa nama dipanggil ke depan, termasuk aku, dan diajak keluar ruangan. Kita semua udah was-was, kenapa disuruh tunggu diluar. Selang beberapa menit, salah satu rekruter keluar dari auditorium dan memberitahu kalau kita semua yang menunggu diluar sudah lolos tahap pertama. It was a huge relief!

Berikutnya adalah group activity dimana rekruter ingin melihat bagaimana cara kita bekerja dalam sebuah tim. Tim aku mendapat soal tentang membuat rencana liburan untuk sebuah keluarga yang masing-masing memiliki minat yang berbeda. Dalam group activity ini, aku berusaha tidak memotong ketika ada yang berbicara, menanyakan pendapat dari anggota yang lain dan mencatat kesimpulan dari diskusi kita. Setelah diskusi antar anggota tim selesai, kami mempresentasikan kesimpulan diskusi kita ke rekruter yang mengawasi diskusi tim kami. Selesai semua tim mempresentasikan hasil diskusi, kita mendapat short break lagi.

Semua kandidat lolos ke tahap ketiga, which means Final Interview! Sambil menunggu giliran, kita disuruh untuk melengkapi form pendaftaran dan disuruh menyusun berkas-berkas yang dibutuhkan seperti CV, surat keterangan kerja, surat referensi dan pas foto. Begitu namaku dipanggil, langsung deh jantung berdegup kencang dan mencoba rehearse dialog interview yang sudah aku bayangkan dari beberapa beberapa hari kemarin.

Rekruter bertanya seputar apa itu cabin crew menurut aku, komplain dan pujian apa saja yang pernah didapat dari penumpang, kenapa memilih Etihad Airways dan apa kelebihan diri kita yang membuat kita cocok jadi cabin crew Etihad Airways. Sejujurnya jika ditanya aku menjawab apa saja pada saat Final Interview, aku sudah tidak ingat lagi tapi aku ingat kunci dari interview ini adalah kita harus rajin senyum dan ramah kepada siapapun.

Selesai Interview, aku ditanya kapan kira-kira bisa ikut training dan akan dapat kabar mengenai hasil Final Interview esok hari melalui email dan benar! Keesokan siangnya, aku mendapat email bahwa aku lolos final interview dan tahap selanjutnya adalah pihak Etihad akan menghubungi orang-orang yang aku tulis sebagai referensi.

Awal bulan Desember 2013, aku mendapat email mengenai Date of Joining (DOJ) yaitu pertengahan Januari 2014. Alhamdulillah, akhirnya perjalanan panjang ditolak sana sini akhirnya membawa aku ke salah satu airline besar di middle east.

Sesampainya aku di Abu Dhabi, aku langsung menjalani training selama tujuh minggu. Trainingnya cukup intens yaitu tujuh minggu, dimana aku belajar safety, tiga jenis pesawat, aviation health, grooming dan service. Batchmate aku berasal dari berbagai macam negara yang membuat kelas aku menjadi sangat fun dan multicultural.

Inilah manual dan buku-buku yang harus dipelajari Arrum selama masa training. Yang mau jadi cabin crew, harus rajin membaca ya :)

Inilah manual dan buku-buku yang harus dipelajari Arrum selama masa training.

First Aid training done well :)

First Aid training done well 🙂

Aku rasa ini the ending of the my story. Etihad Airways dan Abu Dhabi memberikan aku berbagai macam pengalaman yang tak terlupakan, aku ketemu dengan teman – teman dari berbagai belahan dunia, aku ketemu dengan seseorang yang mempunya tempat spesial di hatiku [you know who you are ;)] dan aku juga mendapat kesempatan untuk mengunjungi kota-kota yang dulu aku hanya bisa liat dari foto-fotonya saja selain itu aku juga bisa menikmati days off aku dengan jalan-jalan di Abu Dhabi.

Dalam hidup, I believe everything happens for a reason. Mungkin kalau aku diterima di airline lain, aku gak akan ketemu dengan orang-orang yang aku kenal sekarang atau mungkin kalau aku ga mencoba sana-sini pas di Jakarta, aku ga akan jadi cabin crew. Jadi terus mencoba dan pantang menyerah, you never know what life has in store for you.

Wearing Etihad's new uniform. Kece ya seragamnya? ;)

Wearing Etihad’s new uniform. Kece ya seragamnya? 😉

With love from Abu Dhabi,

arrum

~ The end ~

 

*Photos and story by: Arrum Soerjo

Note: Are you a cabin crew? Have inspiring or interesting stories about your job? Do share with fellow wannabes at Forum Pramugari. Send your story and photos to forumpramugari@gmail.com with email subject “Cabin Crew’s Story”. Don’t think you have a talent for writing? Just contact Forum Pramugari team via email and we will interview you. We will do the magic for your inspiring story. Sharing is caring 😀

Use Facebook to Comment

comments

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *