[Part 1] Cabin Crew’s Story: Everything Happens for a Reason

Who doesn't love Sydney Opera House? Arrum took a photo with it as a background :)

Who doesn’t love Sydney Opera House? Arrum took a photo with it as a background 🙂

Halo semuanya! Nama aku Ar Rum, aku bekerja untuk Etihad Airways di Abu Dhabi. Aku akan sharing pengalaman aku selama mengikuti rekrutmen-rekrutmen pramugari yang yaaaa agak panjang. Alasan aku ingin menjadi pramugari itu awalnya karena aku ingin kerja diluar negri, ketemu orang-orang dengan budaya yang berbeda dan aku merasa lebih menikmati kerja di dunia hospitality. Here we go!

Banyak mengalami kegagalan sebelum jadi pramugari

Pertama kali aku lihat iklan rekrutmen pramugari adalah iklan Qatar Airways di koran sekitar akhir 2011. Aku pingin ikut tapi masih dalam tahap pembuatan skripsi dan aku ngerasa ga pede karena aku bukan termasuk orang yang tinggi. Kemudian aku sibuk menyusun skripsi, lalu wisuda dan mulai bekerja kantoran di Jakarta.

Ketika iseng broswing, aku nemuin blog Forum Pramugari dan lihat iklan rekrutmen Emirates. Sayangnya aku ga bisa datang karena aku sudah terlanjur janji untuk pergi sama sepupu ke luar negri. Namun sejak saat itu, aku selalu rajin membuka blog Forum Pramugari untuk dapetin informasi seputar rekrutmen pramugari.

Aku mencoba daftar online untuk rekrutmen Garuda Indonesia. Ketika aku datang ke duri kosambi, aku kaget dengan banyaknya peserta yang datang. Langsung minder melihat peserta yang lain. Tapi aku pikir “Kalo ga dicoba, ga bakal tau!”.

Sayangnya, aku gagal di tahap awal karena aku tidak masuk standar tinggi badan yang ditetapkan Garuda Indonesia. Kemudian aku juga mencoba Singapore Airlines sewaktu bulan puasa dan tidak lolos lagi di tahap awal. Langsung lemas banget saat pulang dari rekrutmen Singapore Airlines karena sudah siap-siap dari sehabis sahur dan gagal lagi.

Tepat bulan Oktober 2012, aku liat iklan rekrutmen Qatar Airways dan langsung buru-buru daftar online untuk masukkin CV, pas foto dan foto seluruh badan. Aku deg-degan campur tidak sabar menunggu kabar dari Qatar Airways. Mereka dua kali memperpanjang deadline pendaftaran online sehingga membuat aku gregetan banget. Hahahahahaha..

Akhirnya aku dapat email di bulan Desember menyatakan bahwa aku lolos seleksi CV dan bisa melanjutkan ke tahap wawancara online. Sambil harap-harap cemas menunggu kabar dari Qatar, aku ikutan open day Emirates di hotel ciputra. Aku datang barengan teman dari tempat kerja aku sebelumnya. Setelah mengantri, mengantri dan mengantri, akhirnya aku menyerahkan CV dan tes arm reach. Setelah itu menunggu antrian untuk group discussion daaaaaaaannnnnn gagal lagi. Merasa kecewa banget karena udah berharap banget bisa lolos ke assessment day.

Oh well, tapi aku mendapat kabar baik 2 minggu kemudian. Aku dapat email untuk menghadiri Assessment Day Qatar Airways yang diadakan Hotel Gran Melia pada awal Januari. Rasanya senang banget! Akhirnya, bisa juga datang ke rekrutmen Qatar Airways. Pertama aku melakukan tes arm reach sambil jalanin tes bahasa inggris kemudian focus group discussion. Keesokan harinya, aku melakukan wawancara tahap akhir dan aku ngerasa beruntung banget bisa sampai tahap akhir dengan Qatar Airways. Lewat rekrutmen ini, aku dapat banyak teman dan malah kita sampai buat grup chat.

Sebulan kemudian, aku dapat email bahwa aku tidak dinyatakan lolos ke tahap medical check-up. Gagal lagi, gagal lagi.. Apa boleh buat, cuma bisa gigit jari setiap baca chat temen aku yang masih menunggu kabar dari Qatar Airways. Dengan ga adanya rekrutmen-rekrutmen yang bisa aku ikuti, aku hanya bisa menunggu dan terus mencari info di internet mengenai tips-tips rekrutmen pramugari.

Aku juga coba daftar di website karirnya Etihad Airways tapi sayangnya mereka belum mengadakan wawancara yang dekat dengan Indonesia. Kalaupun berangkat dari Jakarta ke Abu Dhabi bakal menghabiskan biaya banyak banget dan aku tidak ada tabungan sebanyak itu. Jadi aku lupakan sementara soal Etihad Airways. Selain dari blog Forum Pramugari, grup chat teman-teman yang kenal dari wawancara Qatar Airways menjadi tempat sharing informasi rekrutmen, tips-tips wawancara sampai informasi kecantikan, hahahaha…

Dari grup chat itu aku dapat informasi kalau Emirates akan mengadakan assessment day dan harus daftar di website karir mereka untuk dapat undangan. Waktu dapat email undangan untuk assessment day Emirates senang gimana gitu karena seengganya udah melewati satu tahap. Entah karena apa, assessment day itu berubah jadi open day sehingga harus mengikuti rekrutmen dari awal seperti bulan desember lalu. Hari itu, aku datang sama teman-teman dari grup chat aku dari pagi-pagi biar tidak ngantri terlalu lama.

Wohooo! Aku lolos ke tahap assessment day yang akan diadakan minggu depan dan rekruter dari pihak Emirates bakal langsung datang untuk melakukan wawancara. Di sela-sela sibuk mempersiapkan diri untuk assessment day, aku menyempatkan diri untuk kirim email untuk apply Air Atlanta Icelandic.

Seminggu kemudian, aku kembali ke hotel ciputra dan melakukan tes arm reach dan group activity. Sayangnya, gagal lagi! Walau kecewa karena gagal lagi, aku tidak mau sedih terlalu lama. Di balik kegagalan, pasti ada hikmahnya. Aku yakin segala sesuatu yang terjadi punya maksud dan tujuan sendiri untuk masa depanku.

Sehari setelah itu, aku datang ke rekrutmen Orient Thai yang diadakan di hotel di daerah Casablanca bersama teman aku. Selesai wawancara mereka menyatakan bahwa aku diterima dan mereka menawarkan dua tanggal training yaitu empat hari setelah interview atau sebulan kemudian.

Saat itu yang ada pikiran aku itu, senang dan bingung karena waktu itu masih nunggu kabar dari teman aku yang mau ke Jakarta dan saat itu di kantor lagi hectic banget jadi ga tega untuk resign. Aku ambil keputusan untuk tidak mengikuti training yang akan diadakan bulan awal bulan Mei 2013 itu sambil harap-harap cemas untuk dapat undangan interview dari Air Atlanta Icelandic. Dannnn ternyata benar, waktu itu sibuk banget dari atasan aku sampe pihak marketing lembur terus menerus untuk mempersiapkan event tahunan.

Aku ga ngerti gimana, tapi aku merasa beruntung banget karena aku dapat email untuk datang wawancara Air Atlanta Icelandic dan wawancaranya diadakan setelah event tahunan di kantor selesai. Aku beranikan diri buat bilang ke atasan aku kalau aku mau datang ke wawancara yang dimana aku harus izin sehari dari kantor dan jika diterima aku akan resign kurang dari sebulan. Alhamdulillah atasan aku kasih izin sehingga aku bisa berangkat ke wawancara dengan tenang. Di wawancara itu aku ketemu Diandra (@deedailly).

Ternyata perasaan aku benar, seminggu kemudian aku dapat email yang menyatakan aku diterima dan mengikuti training lima minggu di Jakarta kemudian sembilan hari di Jeddah. Melalui Forum Pramugari aku juga sempet kenalan dengan batchmate aku yaitu Ronald (@Ronald_Nawing) dan Ramzi (@ramzismology). Waktu itu kita adalah initial batch pertama dari Indonesia dan kita terdiri dari dua belas orang. Selama lima minggu kita ngejalanin training dari safety, first aid sampai pesawat Boeing 747-400. Akhir Juni aku berangkat ke Jeddah buat melanjutkan training seperti wet drill dan door drill.

Deadheading to Medinah with batchmates

Deadheading to Medinah with batchmates

IMG_0959

Finally, I started flying on July! I still can’t believe that I can actually reach this point. Pada dua bulan pertama terbang, aku sering dapat rute ke Cairo, Lahore, Islamabad, Medinah, Riyadh dan Algiers. Terbang bersama Air Atlanta Icelandic itu ga bikin aku merasa jauh sama Indonesia karena aku sering banget terbang sama kru yang juga dari Indonesia juga dan di Jeddah banyak banget restoran Indonesia. Masuk bulan ketiga, aku sering banget dapat rute ke Surabaya karena banyak warga negara Indonesia yang menunaikan ibadah haji dan umrah.

Walaupun aku ga selalu ketemu dengan batchmate aku, aku merasa beruntung banget punya batchmate yang seru, kompak dan saling support satu sama lain. Aku paling ingat ketika mereka ngasih suprise pas aku ulang tahun, aku terharu banget karena waktu itu lagi capek banget sehabis pulang terbang dan pas masuk ke apartemen dikasih surprise berupa kue dan pada nyanyi “Happy Birthday”.

Kalau lagi ga terbang, aku banyak ngabisin waktu buat nonton film dan browsing. Air Atlanta Icelandic itu tempat yang asik buat kerja sayangnya karena kita diutamakan kerja untuk musim haji dan umrah saja. Oleh karena itu aku masih suka browsing untuk lowongan di airline lain.

Teringat kembali pada Etihad Airways

Suatu hari tiba-tiba aku teringat kalau undangan untuk datang ke assessment day Etihad Airways masih ada (pada saat itu sistemnya apply online lalu kita dapat undangan dan kita bisa pilih sendiri tanggal assessment day). Setelah aku hitung, biaya untuk terbang ke Abu Dhabi itu relatif murah dibandingkan terbang dari Jakarta.

Langsung lah, aku buka website karirnya Etihad dan memilih untuk datang ke assessment day di awal bulan November walaupun jadwal terbang bulan November belum keluar. Aku pun mulai mencari informasi tiket pesawat, penginapan, visa dan dokumen lain yang dibutuhkan. Kepala rasanya kaya mau meledak! Bingung mulai darimana karena waktu itu aku belum ngerti cara-cara urus visa, beli tiket dimana dan booking hotel dimana.

Usut punya usut ternyata ada kru yang dulu pernah kerja di Air Atlanta Icelandic, pernah terbang ke Abu Dhabi untuk interview juga. Langsunglah aku tanya teman-temannya dari kru itu tentang cara urus visa dan baiknya booking hotel yang di daerah mana. Akhir bulan pun tiba dan jadwal terbang tanggal 1-15 November pun keluar dannnnn seeeeebbbbbelnya ternyata awal bulan November…..

~ To be continued ~

*Photos and story by: Arrum Soerjo

Note: Are you a cabin crew? Have inspiring or interesting stories about your job? Do share with fellow wannabes at Forum Pramugari. Send your story and photos to forumpramugari@gmail.com with email subject “Cabin Crew’s Story”. Don’t think you have a talent for writing? Just contact Forum Pramugari team via email and we will interview you. We will do the magic for your inspiring story. Sharing is caring 😀

Use Facebook to Comment

comments

,

Leave a Reply

%d bloggers like this: