Sharing is Caring

sharing quote

Lima hingga sepuluh tahun lalu, sebelum Forum Pramugari terbentuk dan akun-akun media sosial serupa menjamur seperti sekarang, cita-cita menjadi pramugari atau pramugara terdengar seperti mimpi. Mimpi karena untuk masuk ke dalam lingkaran profesional elit tersebut tidaklah mudah. Akses informasi bersifat tertutup dan sangat terbatas. Kalau tidak punya sanak saudara atau sahabat yang sudah lebih dulu bekerja di industri penerbangan, sulit untuk mengetahui info lowongan.

Kolom lowongan kerja di koran nasional menjadi andalan utama untuk mengetahui apakah maskapai domestik maupun internasional mengadakan rekrutmen. Tidak seperti sekarang, maskapai domestik kala itu belum membudayakan pengumuman lowongan kerja di situs resminya. Wajar saja sebab kemajuan teknologi belum berkembang pesat hingga memungkinkan nyaris setiap orang bisa mengakses internet di handphone, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.

Teknologi sudah tidak lagi menjadi penghalang dalam penyebaran informasi. Namun, kerap kali masih ditemukan lingkaran ekslusif dalam berbagi informasi dan pengetahuan. Penghalangnya tak lain adalah manusia sendiri. Semakin kompetitifnya persaingan di dunia penerbangan membuat banyak orang masih enggan (baca: pelit) berbagi. Ini menyedihkan, sebab kompetisi bukan muncul dari kuantitas pelamar, melainkan kualitas para pelamar tersebut.

sharing quote 2

Banyak orang berpikir dengan semakin sedikitnya saingan, maka dirinya berpeluang besar untuk mendapatkan pekerjaan di suatu maskapai. Hal ini bisa jadi benar untuk beberapa kasus, misalnya maskapai baru atau maskapai kecil yang sedang merintis usaha dan memerlukan banyak crew bergabung dalam tim. Namun kuantitas tidak akan membawa pengaruh besar bagi maskapai besar, baik domestik maupun internasional, apalagi maskapai yang sudah sering mendapatkan penghargaan dan pengakuan oleh industri penerbangan.

Pedoman yang dipakai oleh maskapai tersebut dalam merekrut personel adalah kualitas yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianut perusahaan. Tidak peduli berapa banyak kandidat yang datang dalam suatu rekrutmen, bila maskapai tersebut menganggap hanya sedikit saja kandidat yang berkualitas dan layak direkrut, maka mereka hanya akan merekrut sedikit orang saja.

Karena itu persaingan yang terberat bukanlah melawan kandidat lain, melainkan diri sendiri. Introspeksi dan lakukan evaluasi terhadap diri, apakah kemampuan dan keahlian yang dimiliki sekarang sudah cukup untuk bergabung dengan maskapai tertentu. Berbagi info tidak akan mengurangi kesempatan diri untuk menjadi pramugara atau pramugari di sebuah maskapai. Bila memang kualitas diri sudah memadai, sekalipun harus berdiri di antara lautan kandidat pelamar pun, kualitas tersebut akan terlihat di mata rekruter.

Berbagilah karena rejeki itu luas. Gagal di satu maskapai, bisa jadi rejekimu ada di maskapai lain, bahkan mungkin lebih baik dari yang diharapkan. Sifat pelit tidak akan membuatmu menjadi lebih baik atau lebih cepat direkrut oleh maskapai tertentu. Dengan berbagi, kita menolong sesama. Siapa tahu teman-teman yang mengikuti rekrutmen akan menjadi teman satu batch atau satu tempat tinggal saat diterima bekerja di maskapai tertentu.

Semangat berbagi ini juga diharapkan muncul dari para pramugara dan pramugari yang sudah lebih dulu terjun di dunia profesi ini. Berbagilah tips, informasi, atau inspirasi dari pengalaman berharga kalian hingga bisa mendapatkan pekerjaan impian ini. Sekecil apapun yang kalian bagi sangat berharga untuk mereka yang masih berjuang untuk bisa berada di posisi kalian sekarang.

Kita tidak pernah tahu, mungkin saja orang yang kita tolong tadinya hampir berhenti mencoba. Siapa tahu pula suatu saat nanti orang yang kita tolong akan menginspirasi orang lain dengan cara yang luar biasa. Karena itu berbagilah. Dengan semakin banyaknya sumber daya manusia berkualitas di Indonesia untuk menjadi cabin crew baik di dalam maupun luar negeri, maka kita pula yang akan merasa bangga.

*Note: Cabin crew yang ingin berbagi cerita, bisa berkontribusi dengan menulis untuk rubrik Cabin Crew’s Story (klik di sini)

**This article is written by dearmarintan

Use Facebook to Comment

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *