[Part 3] Cabin Crew’s Story: Keep on Believing!

Indah berada di Stadium FC Barca – Campnou, Barcelona

Pas gue nyerahin foto, recruiternya bilang, “Nice, I like your smile!”

Lega rasanya. Di sini gue merasa, tidak ada usaha yang sia-sia, kawan. Tidak ada doa yang tak didengar. Bayangkan, di tahap medical test gue pernah kecelakaan dan patah tulang jari kaki sampai harus menjalani operasi. Ternyata ini jadi kendala yang cukup berarti buat gue. Gue sempat digantung sampai berbulan-bulan. Galauuuuuu abis! Efeknya, gue harus keluar biaya ekstra buat ke dokter tulang untuk minta detail medical report tentang kaki gue. Perkaranya itu ribet banget! Gue bolak-balik ke rumah sakit, menjalani X-ray dan segala macam tes lainnya.

Dari kosan ke rumah sakit naik taksi, mehongnya ampun-ampunan deh! Sampai akhirnya gue benar-benar kehabisan duit untuk menjalani semua proses ini. Mau minta uang dari nyokap juga sungkan karena udah terlalu banyak minta. Alhasil gue menjual Samsung Galaxy Tab yang baru sebulan gue beli.

Dalam hati gue berkata, suatu saat gue akan bisa beli penggantinya. Alhamdulillah sekarang sih udah dapet 😉

Kembali ke cerita tentang masa-masa menunggu kabar. Satu per satu temen-temen gue dinyatakan lolos dan diminta mempersiapkan diri untuk keberangkatan. Sedangkan gue enggak. Galaaaaaauuu!!! Tapi semuanya gue kembalikan ke Allah. Kalau memang yang terbaik adalah gue tidak lolos, pasti itu semua terjadi karena ada cerita yang lebih baik untuk gue.

Gue terus menunggu kabar, tapi menunggunya sambil galau. Hahahahaha… Di masa-masa seperti ini, Twitter udah kayak sahabat deh. Isinya curhat galau melulu…. Dan alhamdulillah, kegalauan gue pun berakhir! Sebuah email di akhir bulan Januari menyatakan kalau gue lolos, dan masalah kaki gue dianggap clear serta tidak membahayakan.

Senengnya luar biasa!!!! Semua mimpi, semua angan-angan,,,,,,seolah jadi nyata! Gue percaya bahwa Tuhan selalu punya rencana yang indah. Bayangin, gue selalu gagal ketika kaki gue masih sempurna, namun gue justru berhasil ketika salah satu jari kaki gue udah nggak sempurna lagi bentuknya. Gue nangis. Of course!! Tidak pernah menyangka kalau buah kesabaran itu semanis ini. Tidak pernah menyangka juga kalau cerita yang dijanjikan oleh Allah seindah ini.

2012 jadi tahunnya! Gue struggling dari satu tes ke tes yang lainnya selama empat tahun sejak tahun 2008. Dan di sinilah gue sekarang, tinggal di Doha the boiling city (saking panasnya, hahahaha), menjalankan tugas baru gue sebagai seorang flight attendant. Buat gue, mimpi itu belum usai….masih banyak yang harus gue perjuangkan.

Indah dengan sesama crew di Museum of Islamic Arts di Doha, Qatar

Buat kalian, wannabes di sana…..hey, I used to be in your position, guys! Gue juga ngerasain yang namanya jatuh bangun kok. Tapi kalau kita yakin dan terus berusaha, Insya Allah ada jalan. Dan alhamdulillah bokap dan nyokap sekarang ngedukung penuh kerjaan gue. Dan yang lebih membahagiakan lagi buat gue adalah mereka bangga akan gue! Cita-cita setiap anak kan membanggakan kedua orang tuanya.

Pesan dari gue, sukses buat FP, sukses buat kalian semua. Semoga sharing nggak penting dari gue ini bisa bermanfaat yaa 🙂

Use Facebook to Comment

comments

,
26 comments to “[Part 3] Cabin Crew’s Story: Keep on Believing!”
  1. wuihhh gileee indahh… keren banget ceritanya.. very inspiring..
    kalo ngeliat perjuanganny indah, rasany gw mah blm ada apa-apany.. indah uda berjuang 4 tahunnn..wowww…
    aku sempet nyoba ke garuda n gagal,, trus, apply to SQ but ga da jawaban.. aku pikir nyerah aja kali ya.. soalny mungkin airlinesny ga mau karna aku ud ketuaan ya.. aku umur 25 skrg, n next year uda 26.. soo,,mgkn kl taon ini uda lewat kesempatanny jg makin kecil ya.. hiksss…but thanks to indah to share very great story..^^

  2. @ Indah: Indah, your story is really inspiring. Dan aku salut banget sama keinginan kamu yang teguh dan ga pernah putus harapan. I will follow your path and hope the happy ending goes for me as well. Thank you Indah for your beautiful story and good luck for your job 🙂

  3. Indah, Qatar sekarang udah berapa derajat ? Terakhir gw balik dari doha ke jakarta udah 50 derajat..tapi kangen juga sama suasana doha, mandi air dingin jadi air panas. Air panas jadi air mendidih..tapi memang menjadi pramugari Qatar Airways luar biasa. Semoga sukses selalu ya ndah, Chayoo !

    • Skr sik udh mulai mendingan yah, udh smkn deket winter. Tapi kmrn2 teteeeup 50 derajaaaattt! Hahahahha, bener bgt tuh air mendidih. Suksesjg buat lo ya lex,,,,*aiiih sok akrab sekali saiiAh*

  4. the best banget kak, happy ending deh ceritanya, semoga semua yang sedang berharap dapat cerita akhir seindah kak indah..
    succes terus ya ka, ^^

  5. keren banged ceritanya ya allah,,,inspirasi bangedd aku,,thanks sharingny mba indah buat aku gagal di garuda 1x gak jadi masalh itu pelajaran buat aku,,hehe

  6. Wow that is some experience! Your story and what you have learned from it are truly inspiring~. Kak Intan, Kak Vira, Kak Indah, and all of the contributors here are so inspiring. Keep up the good work and thank you for sharing it here with us. Can’t find a words how to say thank you to all of you~.(^-^)/
    So wannabes~ don’t ever give up, let’s pursue and fulfill our dreams because “The world needs dreamers and the world needs doers. But above all, the world needs dreamers who do.” ~Sarah Ban Breathnach, Simple Abundance: A Daybook of Comfort and Joy, 1996

    Warm regards, ayucista

  7. Aduh kalau kerja buqt QR, gimana staff benefitnya? Dpt tkt brp banyak? Boleh juga beli ZED tkt enggak? system jatah atau unlimited? Thanks for info. Ceuceu

  8. Mbaca crita’y jdi tambah smangat jha nie untuk m’ngejar cita”..

    Buat mbak Indah smangat truuus m’ngejar cita”s’lanjut’y..

  9. i almost cryin read this story ..really shes a fighter..shes really fight for her dream.

    congrats ! this is a good lesson for us that Allah will always heard our pray but really ….maybe we need a time tomake it happen.but God know the best time when that dream deserve to be happen for us….

  10. wiiiii mbak indah bule keren bgt ceritanyaaa..very inspiring..bikin ak jd semangat jg buat jd crew fighter n bs keliling dunia ky mbak indah..daebaaakk!!

  11. Mbaekkk, ceritane mengharukan, lemme introduce my self, nama aku Fasta, pernah juga ciba jd FA Haji, krn ada scar jerawat, jd nggak lolos, trus coba di AirAsia nggak lolos interview terakhir krn kalah saingan gw yg bisa bahasa inggris (kuliah di amerika) and bisa bahasa mandarin, nah gw cuma bs bahasa inggris doang, emangnya kalo jd FA musti kiclong ya mbak? klo recruitment lokal kliatan sig mbak rempongnya, nggak jelas, any suggest to follow yous path ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *